Pada sembilan bulan pertama 2023, PT Saka Energi Indonesia mencatat pendapatan sebesar US$324,6 juta, turun 33,7% dibandingkan periode yang sama 2022 akibat penurunan harga komoditas dan volume lifting. Produksi rata-rata harian tercatat 29,6 mboepd, turun 13,3% yoy, terutama dipengaruhi penurunan alami produksi, water channeling, dan gangguan fasilitas di Pangkah PSC. Total lifting mencapai 6,7 mmboe. Di sisi pendanaan, SAKA mengurangi biaya keuangan melalui pembayaran pinjaman pemegang saham US$77,6 juta serta buyback obligasi global US$220 juta, sehingga sisa obligasi turun menjadi sekitar US$156 juta.