Pada semester pertama 2023, PT Saka Energi Indonesia membukukan pendapatan sebesar US$219,2 juta, turun 28,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya akibat harga komoditas dan volume lifting yang lebih rendah. Produksi rata-rata harian tercatat 28,9 mboepd, turun 16,3% yoy, terutama dipengaruhi penurunan alami, water channeling, dan gangguan fasilitas di Pangkah PSC. Total lifting mencapai 4,5 mmboe. Di sisi keuangan, SAKA menekan biaya pendanaan melalui pembayaran pinjaman pemegang saham US$77,6 juta dan melanjutkan pengelolaan liabilitas obligasi. Perusahaan juga menyelesaikan pengeboran sumur baru Sidayu pada Juni 2023.