Sepanjang 2021, PT Saka Energi Indonesia membukukan pendapatan sebesar US$361,8 juta, meningkat 77,6% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama didorong kontribusi Pangkah, Ketapang, Muriah, dan Fasken. Produksi rata-rata harian naik 13,2% menjadi 29,1 mboepd, didukung mulai berproduksinya West Pangkah dan Sidayu, sementara total lifting meningkat 17,6% menjadi 8,8 mmboe. SAKA mencatat laba bersih US$6,6 juta, berbalik dari rugi US$180,0 juta pada 2020. Cash cost turun 13,4% menjadi US$9,5/bbl dan margin EBITDA meningkat menjadi 72,1%. Arus kas operasi mencapai US$223,8 juta dengan kas akhir tahun US$289,4 juta.