Pada semester pertama 2021, PT Saka Energi Indonesia membukukan pendapatan sebesar US$140,9 juta, meningkat 38,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama didorong kontribusi Pangkah, Ketapang, Muriah, dan Fasken. Produksi rata-rata harian tercatat 26,5 mboepd, turun 2,9% yoy akibat pandemi, penurunan alami, dan shutdown fasilitas Muara Bakau. Total lifting meningkat 4,4% menjadi 3,9 mmboe. Cash cost turun 7,7% menjadi US$9,5/bbl dan margin EBITDA naik menjadi 67,7%. Rugi bersih menyempit menjadi US$8,2 juta, sementara kas akhir Juni tercatat US$176,0 juta.