Sepanjang 2020, PT Saka Energi Indonesia membukukan pendapatan sebesar US$203,7 juta, turun dari US$374,4 juta pada 2019 akibat penurunan harga jual rata-rata dan volume lifting selama pandemi. Produksi rata-rata harian turun 25,3% menjadi 25,7 mboepd, sementara total lifting turun 27,4% menjadi 7,5 mmboe. Di tengah kondisi tersebut, SAKA menekan cash cost operasional menjadi US$102,6 juta, namun tetap mencatat rugi bersih US$180,0 juta setelah membukukan provisi penurunan nilai aset sebesar US$78,9 juta. Arus kas operasi juga negatif, terutama akibat pembayaran pajak satu kali yang signifikan.