Pada sembilan bulan pertama 2020, PT Saka Energi Indonesia membukukan pendapatan sebesar US$142,3 juta, turun US$149,8 juta dibandingkan periode yang sama 2019 akibat penurunan harga jual rata-rata dan volume lifting selama pandemi. Produksi rata-rata harian turun 27,9% menjadi 25,7 mboepd, sementara total lifting turun 33,7% menjadi 5,3 mmboe. SAKA berhasil menekan cash cost operasional menjadi US$74,8 juta, namun tetap mencatat rugi bersih US$145,4 juta setelah membukukan provisi penurunan nilai aset US$58,9 juta. Arus kas operasi juga tertekan oleh pembayaran pajak satu kali yang signifikan.