Sepanjang 2019, PT Saka Energi Indonesia membukukan pendapatan sebesar US$374 juta, turun dari US$585 juta pada 2018. Produksi total mencapai 12,54 mmboe atau turun 27,2% yoy, terutama akibat berakhirnya PSC Sanga Sanga dan South East Sumatera, dengan produksi harian rata-rata sekitar 34,4 mboepd. SAKA mencatat EBITDA sebesar US$248 juta, namun membukukan rugi bersih US$125 juta setelah memperhitungkan beban keuangan, pajak, dan provisi sengketa pajak. Per akhir 2019, total aset tercatat US$2,30 miliar dan ekuitas US$687 juta, sementara perusahaan terus menjaga struktur pendanaan dan portofolio aset hulu yang terdiversifikasi.