Pada semester pertama 2019, PT Saka Energi Indonesia membukukan pendapatan sebesar US$196 juta dan EBITDA US$121 juta. Total produksi mencapai 6,75 mmboe, turun 32% dibandingkan periode yang sama 2018, terutama akibat berakhirnya PSC Sanga Sanga dan South East Sumatera. Produksi harian rata-rata tercatat 37,3 mboepd, dengan komposisi 83% gas dan 17% minyak, sementara total lifting mencapai 5,29 mmboe. Perusahaan mencatat rugi bersih US$51 juta, dengan total aset US$2,40 miliar dan ekuitas US$763 juta. SAKA juga telah membayar US$200 juta pinjaman pemegang saham pada 1Q19.