Sepanjang 2018, PT Saka Energi Indonesia membukukan pendapatan sebesar US$585 juta, meningkat dari US$473 juta pada 2017, dengan EBITDA mencapai US$408 juta. Produksi harian rata-rata tercatat sekitar 49,6 mboepd, turun 3% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama akibat berakhirnya PSC Sanga Sanga dan South East Sumatera pada kuartal ketiga 2018. Total produksi mencapai 18,11 mmboe, didominasi gas sebesar 76%. SAKA mencatat laba bersih US$16 juta, berbalik dari rugi US$94 juta pada 2017. Per akhir tahun, total aset tercatat US$2,61 miliar dan ekuitas US$812 juta.