Pada sembilan bulan pertama 2018, PT Saka Energi Indonesia membukukan pendapatan sebesar US$441,7 juta, meningkat dari US$317 juta pada periode yang sama 2017, dengan EBITDA mencapai US$285,1 juta. Produksi harian rata-rata relatif stabil di 52,8 mboepd, terdiri dari gas 40,9 mboepd dan minyak 11,9 mboepd, sementara total produksi mencapai 14,40 mmboe. SAKA mencatat rugi bersih US$10,3 juta, membaik dari rugi US$123 juta pada 3Q17. Per akhir September, total aset mencapai US$2,60 miliar dan ekuitas US$787 juta. Sanga Sanga dan South East Sumatera PSC juga berakhir masing-masing pada Agustus dan September 2018.