Wujud Komitmen Saka Melalui Penanaman Bibit Mangrove

Saka Indonesia Pangkah Limited kembali membuktikan komitmennya dalam mengembangkan kawasan pesisir Ujungpangkah. Kepedulian terkait Kesehatan Kerja, Keselamatan dan Lingkungan (HSE) yang telah menjadi bagian dari nilai perusahaan. Pada tanggal 24 November 2016, Saka bersama dengan para undangan dan masyarakat setempat (Rukun Nelayan Tirta Buana) melakukan penanaman 10.000 pohon mangrove di Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, lokasi ini berada masih dalam wilayah operasi lepas pantai Saka.

Ketika keseimbangan alam terganggu, terjadi tindakan yang tidak pro lingkungan maka dampaknya akan dirasakan oleh manusia. Menyadari hal itu, maka Saka turut serta mendukung kembangkan wilayah pesisir ini sebagai tempat pelestarian hutan mangrove dan potensi ekowisata. “Saka sangat peduli terhadap masalah lingkungan. Upaya pelestarian atau konservasi mangrove yang dicanangkan pemerintah harus turut didukung. Kami bangga ada terobosan pembibitan mangrove yang dilakukan nelayan dan penghijauan kembali wilayah pesisir di Ujungpangkah.”, kata Tumbur Parlindungan General Manager Saka. Saka terus melakukan pelatihan agar nelayan paham bagaimana teknik budidaya mangrove, penanganan serta pemasaran tempat Ekowisata. Nelayan yang memiliki komitmen tinggi di ajak ke lokasi konservasi mangrove yang telah berhasil; studi banding ke Wonorejo dan pelatihan di Tuban Mangrove Centre.

Kebun pembibitan mangrove sudah dapat menyediakan lebih dari 60.000 bibit mangrove serta 4.000 bibit cemara pantai. Pembibitan ini juga memiliki aspek pemberdayaan, dimana keluarga nelayan kini juga mendapat alternatif sumber nafkah baru dari penjualan bibit mangrove tersebut.

"Sudah banyak bibit mangrove dan cemara udang dibeli oleh konsumen yang datang dari luar Banyuurip, misalnya dari dinas kelautan dan kelompok nelayan Bawean. Untuk bibit cemara udang dengan ketinggian 8 sentimeter kami jual Rp 7.500/batang. Sedangkan untuk bibit mangrove kami jual Rp 1.000/batang,” ujar Ketua Rukun Nelayan Tirta Buana Abdul Mughni. “Tiga tahun lalu, kondisi di sini masih gersang. Alhamdulillah, berkat kerja keras para nelayan di sini, serta kepedulian berbagai pihak, sekarang area ini menjadi hutan mangrove.", tambahnya.

Berita Sebelumnya