Saka Energi Indonesia Kembali Menemukan Cadangan Migas di Sumur Eksplorasi Sidayu-4V, Blok Pangkah

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) melalui anak usahanya PT Saka Energi Indonesia (SEI) kembali berhasil menemukan cadangan migas di sumur eksplorasi Sidayu-4V, Blok Pangkah, lepas pantai Jawa Timur. Kegiatan eksplorasi Saka tersebut menindaklanjuti penemuan cadangan migas di sumur eksplorasi Sidayu-3ST1 satu tahun yang lalu, dan membuktikan pelamparan lapisan yang berisi cadangan migas (Tuban, Kujung-1 dan Ngimbang) di struktur Sidayu. Potensi sumberdaya migas dari lapisan Tuban, Kujung-1 dan Ngimbang di sepanjang jalur JS-1 (JS-1 Ridge) ini diperkirakan mencapai kisaran 300 juta BOE. 

Penemuan cadangan migas Sidayu-4V ini merupakan tahap akhir dari eksplorasi struktur Sidayu dan Saka akan melakukan proses selanjutnya dengan pengajuan Plan Of Development (POD). Saka mengharapkan kontribusi yang cukup signifikan dari hasil produksi lapangan Sidayu di tahun 2020. 

Saat ini produksi Blok Pangkah berasal dari lapangan Ujungpangkah. Sidayu akan menjadi lapangan ke-2 dengan memanfaatkan fasilitas produksi yang digunakan di lapangan Ujung Pangkah. Keberhasilan tersebut semakin mendorong Saka agar tetap melanjutkan kegiatan eksplorasi untuk merealisasikan potensi sumberdaya migas yang telah teridentifikasi di beberapa prospek dengan melakukan pengeboran di bagian utara dan barat Blok Pangkah di tahun 2017- 2018. 

Pengembangan lapangan berikutnya yang akan ditemukan sampai akhir tahun 2018 diharapkan dapat di produksikan mulai tahun 2022. 

Pada saat ini portoflio PT Saka Energi Indonesia (SEI) mencakup 3 wilayah kerja yang dioperasikan oleh anak-anak usahanya: Pangkah PSC, South Sesulu PSC , dan Wokam II PSC. 

Wilayah kerja Pangkah terletak di lepas pantai bagian timur dari Laut Jawa, wilayah kerja South Sesulu berada di lepas pantai Kalimatan Timur dan Wokam-II PSC terletak diantara kepulauan Aru dan Papua, yang diakusisi Saka 3 bulan lalu. Saat ini kami sedang memantapkan kajian Geologi dan Geofisika dan akan disusul dengan pengeboran 1 sumur eksplorasi pertama pada akhir tahun 2017. 

Selain itu Saka memiliki hak partisipasi di sejumlah wilayah kerja non operator, beberapa di antaranya telah berproduksi yaitu: Ketapang PSC, Southeast Sumatra PSC, Muriah PSC, Fasken area dan Bangkanai PSC; sementara Muara Bakau PSC berada dalam tahapan pengembangan dan West Bangkanai PSC masih dalam tahapan eksplorasi.

Berita Sebelumnya